4 Kiat Menjadi Pemimpin yang Handal & Disenangi Tim

Kiat Menjadi Pemimpin

Banyak orang menolak posisi pemimpin di berbagai lingkup, seperti lingkungan kerja, organisasi, atau forum. Menurut IDN Times, alasan orang enggan menjadi pemimpin adalah takut terlalu mendominasi dan dianggap beda, serta merasa tidak layak menjadi pemimpin. Tugas pemimpin dinilai sangat berat, sehingga tidak semua orang mampu untuk memikul tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin. Kemudian muncul pemikiran, menjadi pemimpin adalah bakat alami, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin.

Tugas pemimpin memang tidak mudah, tetapi pada dasarnya, skill kepemimpinan (Leadership) adalah soft skill yang bisa dipelajari dan dikuasai siapa saja. Menjadi pemimpin tidak perlu menunggu bakat alami, kamu hanya perlu mengetahui cara yang benar untuk menjadi pemimpin yang handal.

 

Berikut kiat menjadi pemimpin handal dan disenangi tim:

1. Tidak Hanya Mengkritik, Tetapi Juga Apresiasi

Sebagai pemimpin, kita tidak hanya memerintah, tetapi juga memberi feedback atas kinerja tim. Namun banyak pemimpin yang fokus memberi kritik dan lupa menerapkan komunikasi yang melibatkan hati nurani. Inilah yang disebut komunikasi asertif. Menurut MacNailage dan Adams, komunikasi asertif adalah komunikasi yang terbuka dan jujur tanpa adanya indikasi menyerang terhadap individu lain. Kurangnya keterlibatan komunikasi asertif mempengaruhi kinerja tim entah karena merasa kurang dihargai.

Dalam memberikan feedback yang baik, ada istilah Burger Method yang dicetus oleh Leil Lowndes dalam bukunya How to Talk to Anyone at Work. Ketika apresiasi, kritik atau masukan, dan semangat disusun sejajar layaknya burger. Apresiasi dan ucapan semangat diibaratkan roti burger, sementara kritik diibaratkan daging sebagai inti feedback. Ketika memberi feedback, ‘roti burger’ tidak boleh terlalu tipis sementara ‘daging’ nya tebal. Begitu juga sebaliknya, karena ketiga hal ini harus diberikan secara seimbang.

Bagi tim, apresiasi adalah hal yang sama pentingnya dengan kritik yang  membangun. Ingatlah, bahwa dalam usaha yang diberikan, ada hal yang pantas diapresiasi dari kita sebagai pemimpin. Entah itu effort, waktu, dan dedikasi yang diberikan. Dengan memberi apresiasi dan semangat dengan porsi yang sama imbangnya dengan kritik, karyawan tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga semakin semangat untuk memberikan hasil yang terbaik untuk tim.

 

2. Meningkatkan Active Listening Skill

Active Listening Skill adalah kemampuan mendengar secara aktif dengan memahami pesan dan mampu memberikan umpan balik yang asertif kepada lawan bicara. Ini merupakan salah satu skill kunci untuk menjadi pemimpin ideal. Dalam active listening skill, ada enam unsur yang harus dikuasai, yaitu:

  • Pay Attention: Memberi perhatian penuh kepada lawan bicara
  • Withhold judgment: Tidak menyanggah dan tidak menghujat hal yang belum tentu kebenarannya
  • Reflect:  Menampung inti pembicaraan dan merefleksikan hal tersebut dengan kejadian yang sebenarnya
  • Clarify:  Mengklarifikasi ulang apa yang disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman 
  • Summarize: Menarik benang merah dan inti dari pembicaraan yang disampaikan 
  • Share: Membagikan pandangan dan solusi yang sesuai dengan kejadian

 

3. Belajar Menerapkan Knows the way, Shows the way, and Goes by the way

Istilah Knows the way, Shows the way, and Goes by the way adalah prinsip kepemimpinan yang disampaikan oleh John C. Maxwell, bahwa pemimpin harus memiliki visi, menunjukkan lewat aksi, dan membimbing rekan tim untuk mencapai tujuan bersama. 

Menjadi pemimpin tidak hanya memerintah dan mengkritik rekan tim, tetapi juga memahami visi dan pekerjaan yang dilakukan tim, serta menjadi inspirasi. Sehingga dengan ini, pemimpin dapat mengarahkan kinerja tim untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

 

4. Mengikuti Kelas Kepemimpinan

Mempelajari dan menerapkan ilmu kepemimpinan seperti yang telah ditulis sebelumnya adalah tantangan yang sulit dilakukan jika dilakukan sendiri tanpa dibekali ilmu dan dampingan mentor yang ahli di bidang kepemimpinan dan komunikasi.

Maka dari itu, kamu perlu mengikuti kelas kepemimpinan agar tidak hanya menjadi pemimpin yang handal dan disenangi tim, tetapi juga matang dalam ilmu kepemimpinan dan komunikasi.

 

Talkactive sebagai lembaga pengembangan soft skill, menyediakan kelas kepemimpinan atau Leading with Purpose in the Agile Environment. Talkactive telah berpengalaman lebih dari delapan tahun dalam meningkatkan soft skill ribuan individu dalam berbagai bidang seperti public speaking, personal branding, business presentation, dan tentu saja leadership. Sehingga memilih talkactive sebagai tempat untuk meningkatkan skill kepemimpinan adalah pilihan yang tepat.

 

FAQ

  • Siapa saja orang yang bisa menjadi pemimpin?

Siapa pun dapat menjadi pemimpin karena skill kepemimpinan (leadership) dapat dipelajari dan dikuasai semua orang asal memiliki tekad untuk belajar dan berkembang.

  • Bagaimana cara menjadi pemimpin yang handal dan disenangi tim?

Pertama, tidak hanya fokus pada kritik, tetapi juga apresiasi dan semangat kepada tim. Kedua, meningkatkan active listening skill. Ketiga, menerapkan prinsip kepemimpinan. Terakhir, memantapkan skill dengan mengikuti kelas kepemimpinan.

  • Apa prinsip kepemimpinan?

Menurut  John C. Maxwell, prinsip kepemimpinan adalah Knows the way, Shows the way, and Goes by the way.

  • Kenapa penting mengikuti kelas kepemimpinan?

Agar kita tidak hanya handal dan disenangi tim, tetapi juga matang dalam ilmu kepemimpinan dan komunikasi. 

  • Rekomendasi kelas kepemimpinan yang bisa diikuti?

Kelas kepemimpinan dari Talkactive merupakan rekomendasi kelas kepemimpinan yang dapat kamu ikuti. Karena Talkactive telah berpengalaman lebih dari delapan tahun dalam meningkatkan soft skill ribuan individu dalam berbagai bidang termasuk leadership dengan metode Adult Learning Theory berbasis fun learning di setiap kelasnya.

Share This:

Kiat Menjadi Pemimpin

Banyak orang menolak posisi pemimpin di berbagai lingkup, seperti lingkungan kerja, organisasi, atau forum. Menurut IDN Times, alasan orang enggan menjadi pemimpin adalah takut terlalu mendominasi dan dianggap beda, serta merasa tidak layak menjadi pemimpin. Tugas pemimpin dinilai sangat berat, sehingga tidak semua orang mampu untuk memikul tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin. Kemudian muncul pemikiran, menjadi pemimpin adalah bakat alami, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin.

Tugas pemimpin memang tidak mudah, tetapi pada dasarnya, skill kepemimpinan (Leadership) adalah soft skill yang bisa dipelajari dan dikuasai siapa saja. Menjadi pemimpin tidak perlu menunggu bakat alami, kamu hanya perlu mengetahui cara yang benar untuk menjadi pemimpin yang handal.

 

Berikut kiat menjadi pemimpin handal dan disenangi tim:

1. Tidak Hanya Mengkritik, Tetapi Juga Apresiasi

Sebagai pemimpin, kita tidak hanya memerintah, tetapi juga memberi feedback atas kinerja tim. Namun banyak pemimpin yang fokus memberi kritik dan lupa menerapkan komunikasi yang melibatkan hati nurani. Inilah yang disebut komunikasi asertif. Menurut MacNailage dan Adams, komunikasi asertif adalah komunikasi yang terbuka dan jujur tanpa adanya indikasi menyerang terhadap individu lain. Kurangnya keterlibatan komunikasi asertif mempengaruhi kinerja tim entah karena merasa kurang dihargai.

Dalam memberikan feedback yang baik, ada istilah Burger Method yang dicetus oleh Leil Lowndes dalam bukunya How to Talk to Anyone at Work. Ketika apresiasi, kritik atau masukan, dan semangat disusun sejajar layaknya burger. Apresiasi dan ucapan semangat diibaratkan roti burger, sementara kritik diibaratkan daging sebagai inti feedback. Ketika memberi feedback, ‘roti burger’ tidak boleh terlalu tipis sementara ‘daging’ nya tebal. Begitu juga sebaliknya, karena ketiga hal ini harus diberikan secara seimbang.

Bagi tim, apresiasi adalah hal yang sama pentingnya dengan kritik yang  membangun. Ingatlah, bahwa dalam usaha yang diberikan, ada hal yang pantas diapresiasi dari kita sebagai pemimpin. Entah itu effort, waktu, dan dedikasi yang diberikan. Dengan memberi apresiasi dan semangat dengan porsi yang sama imbangnya dengan kritik, karyawan tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga semakin semangat untuk memberikan hasil yang terbaik untuk tim.

 

2. Meningkatkan Active Listening Skill

Active Listening Skill adalah kemampuan mendengar secara aktif dengan memahami pesan dan mampu memberikan umpan balik yang asertif kepada lawan bicara. Ini merupakan salah satu skill kunci untuk menjadi pemimpin ideal. Dalam active listening skill, ada enam unsur yang harus dikuasai, yaitu:

  • Pay Attention: Memberi perhatian penuh kepada lawan bicara
  • Withhold judgment: Tidak menyanggah dan tidak menghujat hal yang belum tentu kebenarannya
  • Reflect:  Menampung inti pembicaraan dan merefleksikan hal tersebut dengan kejadian yang sebenarnya
  • Clarify:  Mengklarifikasi ulang apa yang disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman 
  • Summarize: Menarik benang merah dan inti dari pembicaraan yang disampaikan 
  • Share: Membagikan pandangan dan solusi yang sesuai dengan kejadian

 

3. Belajar Menerapkan Knows the way, Shows the way, and Goes by the way

Istilah Knows the way, Shows the way, and Goes by the way adalah prinsip kepemimpinan yang disampaikan oleh John C. Maxwell, bahwa pemimpin harus memiliki visi, menunjukkan lewat aksi, dan membimbing rekan tim untuk mencapai tujuan bersama. 

Menjadi pemimpin tidak hanya memerintah dan mengkritik rekan tim, tetapi juga memahami visi dan pekerjaan yang dilakukan tim, serta menjadi inspirasi. Sehingga dengan ini, pemimpin dapat mengarahkan kinerja tim untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

 

4. Mengikuti Kelas Kepemimpinan

Mempelajari dan menerapkan ilmu kepemimpinan seperti yang telah ditulis sebelumnya adalah tantangan yang sulit dilakukan jika dilakukan sendiri tanpa dibekali ilmu dan dampingan mentor yang ahli di bidang kepemimpinan dan komunikasi.

Maka dari itu, kamu perlu mengikuti kelas kepemimpinan agar tidak hanya menjadi pemimpin yang handal dan disenangi tim, tetapi juga matang dalam ilmu kepemimpinan dan komunikasi.

 

Talkactive sebagai lembaga pengembangan soft skill, menyediakan kelas kepemimpinan atau Leading with Purpose in the Agile Environment. Talkactive telah berpengalaman lebih dari delapan tahun dalam meningkatkan soft skill ribuan individu dalam berbagai bidang seperti public speaking, personal branding, business presentation, dan tentu saja leadership. Sehingga memilih talkactive sebagai tempat untuk meningkatkan skill kepemimpinan adalah pilihan yang tepat.

 

FAQ

  • Siapa saja orang yang bisa menjadi pemimpin?

Siapa pun dapat menjadi pemimpin karena skill kepemimpinan (leadership) dapat dipelajari dan dikuasai semua orang asal memiliki tekad untuk belajar dan berkembang.

  • Bagaimana cara menjadi pemimpin yang handal dan disenangi tim?

Pertama, tidak hanya fokus pada kritik, tetapi juga apresiasi dan semangat kepada tim. Kedua, meningkatkan active listening skill. Ketiga, menerapkan prinsip kepemimpinan. Terakhir, memantapkan skill dengan mengikuti kelas kepemimpinan.

  • Apa prinsip kepemimpinan?

Menurut  John C. Maxwell, prinsip kepemimpinan adalah Knows the way, Shows the way, and Goes by the way.

  • Kenapa penting mengikuti kelas kepemimpinan?

Agar kita tidak hanya handal dan disenangi tim, tetapi juga matang dalam ilmu kepemimpinan dan komunikasi. 

  • Rekomendasi kelas kepemimpinan yang bisa diikuti?

Kelas kepemimpinan dari Talkactive merupakan rekomendasi kelas kepemimpinan yang dapat kamu ikuti. Karena Talkactive telah berpengalaman lebih dari delapan tahun dalam meningkatkan soft skill ribuan individu dalam berbagai bidang termasuk leadership dengan metode Adult Learning Theory berbasis fun learning di setiap kelasnya.

Share This:

More Articles

News

No results found.
Buka
Butuh Bantuan?
Halo, Kawan Bicara!
Ada yang bisa kami bantu?