Hubungan antar karyawan di dunia kerja bisa terbentuk dalam berbagai situasi, seperti rapat arahan, koordinasi sesama tim dan lintas tim, mentoring, hingga komunikasi santai saat bekerja. Dari hubungan tersebut tidak selalu mulus karena bisa terjadi konflik seperti miskomunikasi, pertengkaran, atau bahkan persaingan.
Dalam dunia profesional, wajar jika terjadi dinamika yang naik atau turun. Namun, kita harus berhati-hati dengan hal yang berkaitan dengan pekerjaan, salah satunya hubungan antar karyawan. Karena setiap hubungan selalu memiliki potensi konflik yang berdampak buruk ke pekerjaan kita.
Agar dapat bekerja dengan tenang, kamu bisa meminimalisir atau menghindari konflik dengan cara berikut:
- Tetap rendah hati
Agar tidak memicu persaingan tidak sehat, kita harus tetap rendah hati mau bagaimana pun kinerja yang kita peroleh. Jika kinerja kita sedang baik, jangan sombong dan menunjukkan bahwa kita lebih baik dari yang lain. Sebaliknya, jika sedang turun, jangan mudah iri dan tetap rendah hati memandang kesuksesan rekan lainnya.
- Lakukan konfirmasi
Miskomunikasi adalah salah satu pemicu konflik di dunia kerja. Agar menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi, jangan ragu untuk lakukan konfirmasi kepada rekan terkait. Dengan melakukan konfirmasi seperti,
“Maaf saya ingin konfirmasi agar tidak salah paham,”
atau
“Izin saya konfirmasi ya arahannya.”
Tidak hanya menunjukkan keramahan kamu, tetapi juga memperlancar komunikasi untuk meminimalisir konflik yang berpotensi terjadi.
- Gunakan tiga kata ajaib
Untuk memperlancar kolaborasi dengan rekan kerja, jangan lupa untuk menyelipkan tiga kata ini “Maaf,” “Tolong,” dan “Terima kasih.” Tiga kata ini merupakan basic manner dalam komunikasi sehari-hari yang menggambarkan kerendahan hati dan apresiasi. Sehingga kata-kata ini penting digunakan dalam komunikasi di lingkungan kerja.
- Kontrol ekspresi wajah
Jika terjadi konflik atau situasi yang membuat kamu merasa tidak nyaman, tidak suka, atau marah, ingat untuk tetap kontrol ekspresi wajahmu. Jangan perlihatkan amarah dan kecewa lewat air muka, karena ini dapat memicu konflik baru ke depannya.
Sikap yang telah ditulis di atas adalah bentuk basic manner di dunia profesional. Masih banyak perilaku tidak tertulis yang harus kamu terapkan selama bekerja. Tidak hanya untuk menghindari konflik, tetapi juga membantu kamu untuk tetap profesional menghadapi berbagai situasi bahkan kesempatan.
Jika kamu tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai etika di dunia profesional, Talkactive hadir untuk membantu. Talkactive telah berpengalaman lebih dari tujuh tahun dalam mengembangkan skill ribuan individu di dunia profesional meliputi public speaking, leadership, public relation & media handling, hingga personal branding & professional etiquette.
Baca Juga: Tips Komunikasi bagi Sales di Surabaya
Tertarik untuk mengikuti kelas workshop? Silakan klik disini untuk informasi lebih lanjut mengenai proses pendaftaran.
Penulis : Yasmin




