Personal Branding Pejabat: 3 Faktor Penting yang Tidak Boleh Dilewatkan!

Saat berbicara tentang personal brand, mayoritas orang langsung berpikir tentang konten dan media sosial. Oleh karena itu banyak tokoh publik seperti pejabat berlomba-lomba dan terfokus pada pembuatan konten sebagai pemoles citra baik.

Hal ini tidak salah, memoles citra lewat konten media sosial wajar dilakukan oleh pejabat agar meraih kepercayaan publik. Namun, jika citra yang berusaha dipoles tidak diiringi dengan perilaku serupa di kehidupan nyata (contohnya lewat konten dicitrakan sebagai sosok yang ramah, ternyata aslinya tidak demikian), maka reputasi yang berusaha dibangun tidak ada artinya lagi, bahkan meruntuhkan kepercayaan publik.

Dari definisinya, menurut Montoya dan Vandehey, personal brand adalah seni untuk memengaruhi persepsi orang lain dengan membangun reputasi, dan kredibilitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa personal brand bukan hanya tentang konten di media sosial, melainkan ada faktor penting dalam membangun reputasi yang dihendaki.

 

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan tokoh publik, terutama pejabat dalam melakukan personal brand?

  • Penampilan

Tokoh publik dan pejabat tentu sudah paham bahwa bagaimana publik melihat dari tampilan luar adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Setiap pejabat memiliki cara dan tujuan yang berbeda dalam membentuk reputasi, seperti ingin dilihat sebagai pejabat yang ramah, tegas, atau sosok yang santai tapi serius. 

 

Apapun tujuan dan arah reputasinya, perlu diperhatikan bahwa selain cara berpakaian yang sesuai, pejabat juga perlu memperhatikan dandanan, aroma tubuh, dan perawatan kulit sebagai bagian dari kegiatan personal brand. 

  • Perilaku

Agar personal brand berhasil diingat publik melalui penampilan, selanjutnya pejabat perlu memperhatikan perilaku saat berinteraksi dengan publik. Jangan menunjukkan perbedaan antara perilaku di konten media sosial dengan perilaku kehidupan nyata karena dua ruang ini harus sejalan.

 

Perilaku yang ditunjukkan pejabat bisa bermacam-macam, seperti ingin lebih interaktif secara nonformal atau menunjukkan ketegasan dan wibawa Apapun itu, perilaku yang ditunjukkan oleh pejabat harus berpihak kepada publik dengan tidak menyakiti hati mereka. Sopan dalam  wibawa adalah hal yang harus diingat, terlepas bagaimana seorang pejabat ingin dilihat.

  • Komunikasi

Sebagai pejabat, komunikasi adalah kunci utama yang tidak boleh dilewatkan dalam berbagai hal, termasuk personal branding. Ketika seseorang diangkat menjadi pejabat, kemampuan komunikasi, baik internal atau eksternal dengan publik, adalah hal krusial. Jangan hanya karena pejabat, ia merasa lebih tinggi dibanding rakyat sehingga komunikasi dilaksanakan secara bertele-tele.

Justru karena menjadi pejabat, komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Dimulai dari menyampaikan kebijakan dengan ringkas dan jelas, hingga secara aktif mendengarkan keluhan publik, lalu berkoordinasi dengan pihak lain untuk mengatasinya. 

 

Ketika komunikasi dijalankan dengan baik, apapun personal brand yang diciptakan, reputasi dan kredibilitas seorang pejabat akan terbangun lebih mudah. Sehingga akhirnya pejabat dapat meraih kepercayaan publik.

 

Pejabat Wajib Belajar Personal Brand

Personal brand memang terdengar sederhana dan mudah dilakukan, tetapi kenyataannya, personal brand adalah skill yang harus dipelajari secara serius oleh pejabat, baik pusat maupun daerah seperti Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, dan Bali. Maka dari itu, penting untuk memilih lembaga pelatihan personal brand yang tepat dan berpengalaman agar ilmu terserap secara teori dan praktik.

 

Talkactive sebagai lembaga pelatihan komunikasi telah berpengalaman membantu ribuan alumni untuk menguasai berbagai skill termasuk personal branding. Dengan metode ABC (Appreance, Behaviour, Communication) yang diciptakan pakar Talkactive, berperan sebagai kerangka agar pejabat dapat menguasai personal branding lebih mudah, tetapi tepat sasaran. Tiga faktor yang ditulis dalam artikel ini merupakan bagian kecil dari framework ABC yang diperkenalkan oleh Talkactive.

 

Di bulan Ramadan 2026, Talkactive akan mengadakan Buka Bersama & Bincang Bareng Expert pada 8 Maret 2026 di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta. Dalam acara ini, bersama pakar yang berpengalaman, kita akan membahas personal brand dan etika bisnis di dunia profesional yang pastinya sesuai dengan kebutuhan profesional dan pejabat publik.

 

Untuk informasi selengkapnya silakan pantau website dan media sosial resmi Talkactive.

 

FAQ

  • Apa itu Personal Brand?

Menurut Montoya dan Vandehey, personal brand adalah seni untuk memengaruhi persepsi orang lain dengan membangun reputasi, dan kredibilitas.

  •  Apa saja yang perlu diperhatikan pejabat dalam melakukan personal brand?

Pejabat harus memperhatikan caranya dalam berpenampilan, berperilaku, dan berkomunikasi

  • Bagaimana komunikasi yang tepat dilakukan pejabat?

Komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Dimulai dari menyampaikan kebijakan dengan ringkas dan jelas, hingga secara aktif mendengarkan keluhan publik, lalu berkoordinasi dengan pihak lain untuk mengatasinya. 

  • Apa itu Metode ABC?

Metode yang diciptakan oleh pakar Talkactive agar menguasai personal brand lebih mudah dan tepat. Metode ABC meliputi Appreance, Behaviour, Communication.

  • Mengapa memilih Talkactive sebagai tempat belajar personal brand?

Karena selain memiliki metode yang efektif, Talkactive juga memiliki pengalaman dalam membantu ribuan alumi untuk menguasai berbagai soft skill yang dipandu oleh trainer profesional dan berpengalaman selama lebih dari 7 tahun.

 

Share This:

Saat berbicara tentang personal brand, mayoritas orang langsung berpikir tentang konten dan media sosial. Oleh karena itu banyak tokoh publik seperti pejabat berlomba-lomba dan terfokus pada pembuatan konten sebagai pemoles citra baik.

Hal ini tidak salah, memoles citra lewat konten media sosial wajar dilakukan oleh pejabat agar meraih kepercayaan publik. Namun, jika citra yang berusaha dipoles tidak diiringi dengan perilaku serupa di kehidupan nyata (contohnya lewat konten dicitrakan sebagai sosok yang ramah, ternyata aslinya tidak demikian), maka reputasi yang berusaha dibangun tidak ada artinya lagi, bahkan meruntuhkan kepercayaan publik.

Dari definisinya, menurut Montoya dan Vandehey, personal brand adalah seni untuk memengaruhi persepsi orang lain dengan membangun reputasi, dan kredibilitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa personal brand bukan hanya tentang konten di media sosial, melainkan ada faktor penting dalam membangun reputasi yang dihendaki.

 

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan tokoh publik, terutama pejabat dalam melakukan personal brand?

  • Penampilan

Tokoh publik dan pejabat tentu sudah paham bahwa bagaimana publik melihat dari tampilan luar adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Setiap pejabat memiliki cara dan tujuan yang berbeda dalam membentuk reputasi, seperti ingin dilihat sebagai pejabat yang ramah, tegas, atau sosok yang santai tapi serius. 

 

Apapun tujuan dan arah reputasinya, perlu diperhatikan bahwa selain cara berpakaian yang sesuai, pejabat juga perlu memperhatikan dandanan, aroma tubuh, dan perawatan kulit sebagai bagian dari kegiatan personal brand. 

  • Perilaku

Agar personal brand berhasil diingat publik melalui penampilan, selanjutnya pejabat perlu memperhatikan perilaku saat berinteraksi dengan publik. Jangan menunjukkan perbedaan antara perilaku di konten media sosial dengan perilaku kehidupan nyata karena dua ruang ini harus sejalan.

 

Perilaku yang ditunjukkan pejabat bisa bermacam-macam, seperti ingin lebih interaktif secara nonformal atau menunjukkan ketegasan dan wibawa Apapun itu, perilaku yang ditunjukkan oleh pejabat harus berpihak kepada publik dengan tidak menyakiti hati mereka. Sopan dalam  wibawa adalah hal yang harus diingat, terlepas bagaimana seorang pejabat ingin dilihat.

  • Komunikasi

Sebagai pejabat, komunikasi adalah kunci utama yang tidak boleh dilewatkan dalam berbagai hal, termasuk personal branding. Ketika seseorang diangkat menjadi pejabat, kemampuan komunikasi, baik internal atau eksternal dengan publik, adalah hal krusial. Jangan hanya karena pejabat, ia merasa lebih tinggi dibanding rakyat sehingga komunikasi dilaksanakan secara bertele-tele.

Justru karena menjadi pejabat, komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Dimulai dari menyampaikan kebijakan dengan ringkas dan jelas, hingga secara aktif mendengarkan keluhan publik, lalu berkoordinasi dengan pihak lain untuk mengatasinya. 

 

Ketika komunikasi dijalankan dengan baik, apapun personal brand yang diciptakan, reputasi dan kredibilitas seorang pejabat akan terbangun lebih mudah. Sehingga akhirnya pejabat dapat meraih kepercayaan publik.

 

Pejabat Wajib Belajar Personal Brand

Personal brand memang terdengar sederhana dan mudah dilakukan, tetapi kenyataannya, personal brand adalah skill yang harus dipelajari secara serius oleh pejabat, baik pusat maupun daerah seperti Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, dan Bali. Maka dari itu, penting untuk memilih lembaga pelatihan personal brand yang tepat dan berpengalaman agar ilmu terserap secara teori dan praktik.

 

Talkactive sebagai lembaga pelatihan komunikasi telah berpengalaman membantu ribuan alumni untuk menguasai berbagai skill termasuk personal branding. Dengan metode ABC (Appreance, Behaviour, Communication) yang diciptakan pakar Talkactive, berperan sebagai kerangka agar pejabat dapat menguasai personal branding lebih mudah, tetapi tepat sasaran. Tiga faktor yang ditulis dalam artikel ini merupakan bagian kecil dari framework ABC yang diperkenalkan oleh Talkactive.

 

Di bulan Ramadan 2026, Talkactive akan mengadakan Buka Bersama & Bincang Bareng Expert pada 8 Maret 2026 di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta. Dalam acara ini, bersama pakar yang berpengalaman, kita akan membahas personal brand dan etika bisnis di dunia profesional yang pastinya sesuai dengan kebutuhan profesional dan pejabat publik.

 

Untuk informasi selengkapnya silakan pantau website dan media sosial resmi Talkactive.

 

FAQ

  • Apa itu Personal Brand?

Menurut Montoya dan Vandehey, personal brand adalah seni untuk memengaruhi persepsi orang lain dengan membangun reputasi, dan kredibilitas.

  •  Apa saja yang perlu diperhatikan pejabat dalam melakukan personal brand?

Pejabat harus memperhatikan caranya dalam berpenampilan, berperilaku, dan berkomunikasi

  • Bagaimana komunikasi yang tepat dilakukan pejabat?

Komunikasi harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Dimulai dari menyampaikan kebijakan dengan ringkas dan jelas, hingga secara aktif mendengarkan keluhan publik, lalu berkoordinasi dengan pihak lain untuk mengatasinya. 

  • Apa itu Metode ABC?

Metode yang diciptakan oleh pakar Talkactive agar menguasai personal brand lebih mudah dan tepat. Metode ABC meliputi Appreance, Behaviour, Communication.

  • Mengapa memilih Talkactive sebagai tempat belajar personal brand?

Karena selain memiliki metode yang efektif, Talkactive juga memiliki pengalaman dalam membantu ribuan alumi untuk menguasai berbagai soft skill yang dipandu oleh trainer profesional dan berpengalaman selama lebih dari 7 tahun.

 

Share This:

More Articles

News

No results found.
Buka
Butuh Bantuan?
Halo, Kawan Bicara!
Ada yang bisa kami bantu?