Mengadakan ice breaking di suatu acara merupakan hal ‘wajib’ yang harus disiapkan oleh MC (Master of Ceremony) informal. Ice breaking adalah aktivitas pemanasan sederhana yang dilakukan dengan tujuan menciptakan atmosfer hangat dan keakraban antar peserta dalam acara. Biasanya ice breaking dilaksanakan sebelum acara utama dimulai atau setelah istirahat makan siang, sehingga kegiatan ini selalu dipilih sebagai cara untuk memecah suasana dan mengembalikan perhatian audiens pada acara.
Kegiatan ice breaking sangat beragam, mulai dari permainan angka, gerak tubuh, hingga kerjasama antar peserta. Namun, memilih ice breaking yang akan digunakan sering menjadi dilema bagi MC informal, karena jika tidak tepat dalam memilih, ice breaking akan berakhir tidak meriah dan berujung canggung.
Bagaimana cara memilih ice breaking yang tepat diantara banyaknya pilihan yang bisa kita buat atau dapatkan saat memandu acara sebagai MC informal? Berikut solusinya
Kenali Audiens
Sebelum naik panggung memandu acara, penting bagi MC acara informal untuk mengenali audiensnya. “Siapa mereka? Berapa rentang usia mereka? Darimana asalnya?” Memenuhi jawaban atas pertanyaan ini akan membantu MC informal dalam memilih ice breaking yang tepat, karena setiap kalangan memiliki pendekatan komunikasi yang berbeda-beda.
Contohnya jika audiensnya adalah anak-anak maka metode ice breaking yang banyak bergerak seperti menari atau senam akan lebih cocok diterapkan. Sedangkan audiens dewasa dapat dilakukan ice breaking yang lebih hemat tenaga atau diadakan dengan membentuk kelompok kecil.
Siapkan Ice Breaking Cadangan
Jika sulit untuk mengetahui demografi audiens sebelum acara, MC informal dapat menyediakan tiga hingga lima ice breaking yang berbeda. Sebagai MC, penting untuk menumbuhkan insting atau kepekaan tentang kecocokan ice breaking dengan audiens di lapangan.
Baca juga: Cara Meningkatkan Intonasi Bicara agar Terlihat Lebih Meyakinkan di Panggung
Menyediakan ice breaking cadangan juga penting dilakukan jika terjadi situasi yang tidak terduga. Contohnya keterlambatan susunan acara yang meminta MC mengulur waktu, ice breaking cadangan dapat digunakan untuk menjaga konsentrasi audiens untuk mengisi kekosongan acara.
Selalu Latihan
Menjadi MC di acara informal tidak semudah kelihatannya. Diperlukan jam terbang yang banyak untuk menguasai skill ini, sehingga penting untuk selalu latihan agar lebih lihai sebagai MC informal. Dengan jam terbang dan latihan yang rutin, memilih ice breaking yang tepat akan lebih mudah dilakukan karena tumbuhnya kepekaan sebagai MC informal.
Namun ingat bahwa penting untuk membekali diri dengan ilmu yang tepat agar latihan kamu mencapai hasil yang terbaik. Dengan mengikuti Public Speaking for MC & Presenter dari Talkactive merupakan opsi terbaik untuk meningkatkan skill MC kamu, baik di acara informal atau formal, karena kelas ini dibimbing secara langsung oleh expert dari Talkactive yang telah membimbing ribuan individu dalam pengembangan softskill sejak tahun 2018
FAQ
- Bagaimana cara memilih ice breaking yang tepat bagi MC informal?
Kamu bisa melakukannnya dengan mengenali audiens, menyiapkan ice breaking cadangan, selalu latihan, dan membekali diri dengan ilmu dari Talkactive
- Kenapa mengenali audiens penting saat memilih ice breaking?
Karena setiap kalangan, baik secara usia, asal, dan institusi, memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda. Hal ini berpengaruh pada berhasil atau tidaknya ice breaking yang dipilih.
- Berapa ice breaking yang perlu disediakan MC pada acara informal?
Untuk amannya, kamu bisa menyediakan tiga hingga lima ice breaking. Ini berguna sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak terduga selama acara.
- Tempat pelatihan apa yang cocok untuk meningkatkan skill MC?
Talkactive sebagai lembaga pelatihan komunikasi dan self development merupakan tempat pelatihan yang sesuai dengan kelas Public Speaking for MC & Presenter yang dimiliki Talkactive.
- Kenapa memilih Talkactive sebagai tempat pelatihan softskill?
Karena Talkactive telah berpengalaman selama lebih dari delapan tahun dalam membantu ribuan individu untuk mengembangkan softskill dengan penerapan Adult Learning Theory berbasis fun learning dalam setiap program pelatihannya.





