4 Tips Mengurangi Konflik di Tempat Kerja, Karyawan dan Atasan Wajib Baca!

konflik tempat kerja

Konflik di tempat kerja antara sesama karyawan atau dengan atasan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi dapat diminimalisasi. Talkactive sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada aspek komunikasi dan telah membantu ribuan individu sangat memperhatikan skill yang satu ini.

Lewat programSharing Session secara daring yang diadakan oleh Talkactive belum lama ini, CEO Talkactive, Ferik Trianda bersama psikolog klinis, Fadhilah Amalia sertacontent creatorHeri Nurwahyudi (@heri.nurr), membahas lika-liku konflik di tempat kerja terutama antara karyawan dan atasan.

 

 Ada 4 Tips Sederhana yang Dapat Mengurangi Konflik dalam Dunia Kerja

1. MeningkatkanActive Listening Skill

Kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening skill) merupakan skill yang wajib dimiliki oleh pekerja terutama atasan sebagai sosok yang strategis di perusahaan. Chief Executive Officer (CEO) Talkactive, Ferik Trianda mengatakan kemampuan ini lebih dari sekedar mendengarkan tetapi juga bagaimana memberikanfeedback tanpa menghujat.

 “Kemampuan ini tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan lawan bicara,” jelas Ferik pada Minggu (14/12).

Menurutnya, aktif mendengarkan menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi konflik di tempat kerja. Active Listening Skill memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pay Attention :Lawan bicara memberikan perhatian penuh pada pesan yang disampaikan
  2. Withhold judgment: Lawan bicara tidak menyanggah apa yang disampaikan dan tentunya tidak memberikan hujatan yang belum tentu kebenarannya
  3. Reflect:Lawan bicara menampung inti pembicaraan dengan baik dan merefleksikan hal tersebut dengan kejadian yang sebenarnya
  4. Clarify:Lawan bicara mengklarifikasi ulang apa yang disampaikan agar tidak salah paham
  5. Summarize:Lawan bicara menarik benang merah dan inti dari pembicaraan yang disampaikan
  6. Share:  Lawan bicara memberikan dan membagikan pandangan dan solusi sesuai dengan yang terjadi

2. Menerapkan Komunikasi Asertif

Gaya komunikasi Asertif adalah komunikasi yang dilakukan secara jujur dan terbuka tetapi tetap sopan dan menghargai perasaan lawan bicara. Karakter komunikasi ini  lebih bersifat  toleran dan menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang, maka penerapan komunikasi asertif seperti apresiasi, kolaborasi terbuka, dan kritik yang membangun, dinilai dapat menekan konflik di tempat kerja.

Psikolog Klinis dan juga Board of Expert Talkactive, Fadhilah Amalia M.Psi, Psikolog mengungkapkan komunikasi asertif di dunia kerja juga akan membentuk atmosfer kerja yang positif sehingga membantu para karyawan untuk berkembang dan lebih mudah dalam mengelola stres kerja.

 “Jika sistem kerja positif, maka ini baik untuk mencegahburnoutdan meningkatkan produktifitas bagi karyawan,” jelas Fadhilah.

3. Emotional Time-Out

Jika perdebatan tidak dapat dielakkan saat bekerja, maka lakukanemotional time out ketika komunikasi memanas antara kedua belah pihak. Fadhilah menjelaskan pentingnya mengambil jeda (time out) untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih parah di dunia kerja.

“Sebenarnya tidak ada salahnya untukstay awaysejenak jika emosi sedang tidak oke, karena tidak semuanya harus dihadapi saat itu juga,” papar Fadhilah.

Apabila emosi sudah memuncak saat berkomunikasi, maka sebaiknya pergi menenangkan diri sejenak, lalu kembali untuk membahas permasalahan dengan kepala dingin. Hal ini penting dilakukan karena penyelesaian masalah di dunia kerja tidak akan selesai dengan mulus apabila mengikuti emosi yang meledak. Sehingga metode ini penting dilakukan untuk mengurangi konflik di dunia kerja.

4. Mencari Bimbingan dari Experts

Content Creator sekaligus Influencer, Heri Nurwahyudi  menjelaskan bahwa karyawan sulit untuk mengungkapkan keresahaannya saat bekerja karena kurangnya rasa aman secara psikologis yang diakibatkan sistem komunikasi yang tidak efektif di tempat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa untuk membangun atmosfer kerja yang positif perlu didasari sistem komunikasi dan mental yang sehat.

“Selain sebagai content creator, saya juga seorang karyawan. Pada saat saya membuat konten mengenai masalah atasan dan bawahan, awalnya saya juga takut, tetapi saya mengkomunikasikannya dengan baik. Akhirnya yang tadi saya pikir akan dapat hujatan malah justru mendapatkan pujian,” ujar Heri.

Karyawan maupun atasan perlu meningkatkan kemampuan komunikasinya bersama experts melalui pelatihan khusus di bidang komunikasi danself development. Salah satunya yakni berkonsultasi dengan Talkactive sebagai lembaga pelatihansoftskill terpercaya.

Program pelatihan yang diberikan akan menjadi bekal yang baik untuk mengurangi konflik hingga manajemen stress di tempat kerja. Talkactive menyediakan kelas-kelas yang bermanfaat di bidang komunikasi danself development dalam wujudpublic training. private class,hinggaIn House Trainingyang dapat menjawab kebutuhan klien. Salah satu kelas penting yang dapat Kawan Bicara ikuti adalahStress Management Online ClassdanPublic Trainingyang akan diadakan pada Januari 2026.

 

Q & A:

  1. Apakah konflik karyawan dan atasan dapat diatasi? Bisa asal dikomunikasikan dengan baik.
  2. Apa itu komunikasi asertif? Komunikasi yang dilakukan secara jujur dan terbuka tetapi tetap sopan dan menghargai perasaan lawan bicara.
  3. Apakah seorang leader harus memiliki kemampuan “active listening skill”? Iya, bahkan seorang karyawan juga perlu kemampuan ini untuk saling mendengarkan.
  4. Apa itu Talkactive? Talkactive adalah perusahaan yang berfokus pada coaching, training, consultingyang telah membantu ribuan individu dalam pengembangan softskill yang mumpuni yang menerapkan Adult Learning Theoryberbasisfun learning dalam setiap program pelatihannya.
  5. Di mana Talkactive beroperasi? Talkactive berada di Jakarta, tetapi fleksibel secaramobile baik secara daring atau luring ke berbagai kota sesuai kebutuhan klien.
  6. Apa saja topik pelatihan yang dapat diikuti bersama Talkactive? Topik pelatihan yang dapat diberikan Talkactive sangat luas mencakuppublic speaking, leadership, media handling, service excellence, team communication, personal branding, persuasive communication & negoitation training,danpublic speaking for MC.

Share This:

konflik tempat kerja

Konflik di tempat kerja antara sesama karyawan atau dengan atasan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi dapat diminimalisasi. Talkactive sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada aspek komunikasi dan telah membantu ribuan individu sangat memperhatikan skill yang satu ini.

Lewat programSharing Session secara daring yang diadakan oleh Talkactive belum lama ini, CEO Talkactive, Ferik Trianda bersama psikolog klinis, Fadhilah Amalia sertacontent creatorHeri Nurwahyudi (@heri.nurr), membahas lika-liku konflik di tempat kerja terutama antara karyawan dan atasan.

 

 Ada 4 Tips Sederhana yang Dapat Mengurangi Konflik dalam Dunia Kerja

1. MeningkatkanActive Listening Skill

Kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening skill) merupakan skill yang wajib dimiliki oleh pekerja terutama atasan sebagai sosok yang strategis di perusahaan. Chief Executive Officer (CEO) Talkactive, Ferik Trianda mengatakan kemampuan ini lebih dari sekedar mendengarkan tetapi juga bagaimana memberikanfeedback tanpa menghujat.

 “Kemampuan ini tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan lawan bicara,” jelas Ferik pada Minggu (14/12).

Menurutnya, aktif mendengarkan menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi konflik di tempat kerja. Active Listening Skill memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pay Attention :Lawan bicara memberikan perhatian penuh pada pesan yang disampaikan
  2. Withhold judgment: Lawan bicara tidak menyanggah apa yang disampaikan dan tentunya tidak memberikan hujatan yang belum tentu kebenarannya
  3. Reflect:Lawan bicara menampung inti pembicaraan dengan baik dan merefleksikan hal tersebut dengan kejadian yang sebenarnya
  4. Clarify:Lawan bicara mengklarifikasi ulang apa yang disampaikan agar tidak salah paham
  5. Summarize:Lawan bicara menarik benang merah dan inti dari pembicaraan yang disampaikan
  6. Share:  Lawan bicara memberikan dan membagikan pandangan dan solusi sesuai dengan yang terjadi

2. Menerapkan Komunikasi Asertif

Gaya komunikasi Asertif adalah komunikasi yang dilakukan secara jujur dan terbuka tetapi tetap sopan dan menghargai perasaan lawan bicara. Karakter komunikasi ini  lebih bersifat  toleran dan menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang, maka penerapan komunikasi asertif seperti apresiasi, kolaborasi terbuka, dan kritik yang membangun, dinilai dapat menekan konflik di tempat kerja.

Psikolog Klinis dan juga Board of Expert Talkactive, Fadhilah Amalia M.Psi, Psikolog mengungkapkan komunikasi asertif di dunia kerja juga akan membentuk atmosfer kerja yang positif sehingga membantu para karyawan untuk berkembang dan lebih mudah dalam mengelola stres kerja.

 “Jika sistem kerja positif, maka ini baik untuk mencegahburnoutdan meningkatkan produktifitas bagi karyawan,” jelas Fadhilah.

3. Emotional Time-Out

Jika perdebatan tidak dapat dielakkan saat bekerja, maka lakukanemotional time out ketika komunikasi memanas antara kedua belah pihak. Fadhilah menjelaskan pentingnya mengambil jeda (time out) untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih parah di dunia kerja.

“Sebenarnya tidak ada salahnya untukstay awaysejenak jika emosi sedang tidak oke, karena tidak semuanya harus dihadapi saat itu juga,” papar Fadhilah.

Apabila emosi sudah memuncak saat berkomunikasi, maka sebaiknya pergi menenangkan diri sejenak, lalu kembali untuk membahas permasalahan dengan kepala dingin. Hal ini penting dilakukan karena penyelesaian masalah di dunia kerja tidak akan selesai dengan mulus apabila mengikuti emosi yang meledak. Sehingga metode ini penting dilakukan untuk mengurangi konflik di dunia kerja.

4. Mencari Bimbingan dari Experts

Content Creator sekaligus Influencer, Heri Nurwahyudi  menjelaskan bahwa karyawan sulit untuk mengungkapkan keresahaannya saat bekerja karena kurangnya rasa aman secara psikologis yang diakibatkan sistem komunikasi yang tidak efektif di tempat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa untuk membangun atmosfer kerja yang positif perlu didasari sistem komunikasi dan mental yang sehat.

“Selain sebagai content creator, saya juga seorang karyawan. Pada saat saya membuat konten mengenai masalah atasan dan bawahan, awalnya saya juga takut, tetapi saya mengkomunikasikannya dengan baik. Akhirnya yang tadi saya pikir akan dapat hujatan malah justru mendapatkan pujian,” ujar Heri.

Karyawan maupun atasan perlu meningkatkan kemampuan komunikasinya bersama experts melalui pelatihan khusus di bidang komunikasi danself development. Salah satunya yakni berkonsultasi dengan Talkactive sebagai lembaga pelatihansoftskill terpercaya.

Program pelatihan yang diberikan akan menjadi bekal yang baik untuk mengurangi konflik hingga manajemen stress di tempat kerja. Talkactive menyediakan kelas-kelas yang bermanfaat di bidang komunikasi danself development dalam wujudpublic training. private class,hinggaIn House Trainingyang dapat menjawab kebutuhan klien. Salah satu kelas penting yang dapat Kawan Bicara ikuti adalahStress Management Online ClassdanPublic Trainingyang akan diadakan pada Januari 2026.

 

Q & A:

  1. Apakah konflik karyawan dan atasan dapat diatasi? Bisa asal dikomunikasikan dengan baik.
  2. Apa itu komunikasi asertif? Komunikasi yang dilakukan secara jujur dan terbuka tetapi tetap sopan dan menghargai perasaan lawan bicara.
  3. Apakah seorang leader harus memiliki kemampuan “active listening skill”? Iya, bahkan seorang karyawan juga perlu kemampuan ini untuk saling mendengarkan.
  4. Apa itu Talkactive? Talkactive adalah perusahaan yang berfokus pada coaching, training, consultingyang telah membantu ribuan individu dalam pengembangan softskill yang mumpuni yang menerapkan Adult Learning Theoryberbasisfun learning dalam setiap program pelatihannya.
  5. Di mana Talkactive beroperasi? Talkactive berada di Jakarta, tetapi fleksibel secaramobile baik secara daring atau luring ke berbagai kota sesuai kebutuhan klien.
  6. Apa saja topik pelatihan yang dapat diikuti bersama Talkactive? Topik pelatihan yang dapat diberikan Talkactive sangat luas mencakuppublic speaking, leadership, media handling, service excellence, team communication, personal branding, persuasive communication & negoitation training,danpublic speaking for MC.

Share This:

More Articles

News

No results found.
Buka
Butuh Bantuan?
Halo, Kawan Bicara!
Ada yang bisa kami bantu?