Belajar Public Speaking Secara Online? Ini Kesan PT Jasa Raharja Bersama Talkactive

Siapa bilang pelatihan online identik dengan kamera yang dimatikan, peserta yang pasif, dan suasana yang membosankan? Anggapan tersebut seolah dipatahkan dalam pelatihan Persuasive Public Speaking & Customer Handling yang diikuti oleh Divisi Corporate Secretary PT Jasa Raharja. Selama satu hari penuh, ruang virtual justru dipenuhi tawa, diskusi, praktik, hingga berbagai tantangan yang membuat peserta terus terlibat dari awal hingga akhir sesi.

Sejak sesi pembuka, suasana kelas sudah terasa berbeda. Alih-alih langsung menerima materi dalam bentuk ceramah, peserta diajak untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menjawab berbagai pertanyaan sederhana yang menjadi pemantik diskusi. Cara ini berhasil mencairkan suasana sekaligus membangun rasa nyaman di antara peserta yang mengikuti pelatihan dari lokasi masing-masing.

Bagi banyak orang, public speaking seringkali dipahami sebagai kemampuan berbicara di depan banyak orang. Padahal, kemampuan ini jauh lebih luas. Public speaking juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menyampaikan ide secara terstruktur, membangun kepercayaan, memengaruhi audiens, hingga menciptakan komunikasi yang efektif dalam keseharian. Itulah yang menjadi benang merah sepanjang pelatihan ini.

Pelatihan ini terasa berbeda karena pendekatan pembelajarannya. Materi tidak hanya disampaikan melalui presentasi, tetapi juga dipadukan dengan diskusi, studi kasus, games, roleplay, serta berbagai aktivitas interaktif. Setiap konsep yang dipelajari langsung diikuti dengan praktik sederhana sehingga peserta dapat merasakan sendiri bagaimana teori bekerja dalam situasi nyata.

Kehangatan kelas pun terasa dari antusiasme para peserta. Meskipun seluruh rangkaian pelatihan berlangsung secara daring, interaksi tetap mengalir dengan alami. Berbagai pertanyaan bermunculan, peserta saling menanggapi jawaban satu sama lain, hingga berbagi pengalaman yang relevan dengan tantangan komunikasi di lingkungan kerja.

Keseruan semakin terasa ketika memasuki sesi permainan dan praktik. Salah satunya adalah games yang menguji kemampuan menginterpretasi pesan non verbal. Dalam permainan tersebut, peserta ditantang untuk menangkap informasi secara tepat, mengingat detail penting, kemudian menyampaikannya kembali kepada peserta lain. Aktivitas sederhana ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang baik tidak hanya dimulai dari aspek verba, tetapi juga dari aspek non verbal. 

Sesi roleplay juga menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Peserta diberikan dan memberikan berbagai skenario yang sering ditemui di dunia kerja, mulai dari menyampaikan ide kepada atasan, menghadapi stakeholder, hingga menyelesaikan situasi komunikasi yang menantang. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mencoba dan berpendapat, kemudian mendapatkan umpan balik langsung dari trainer. Pendekatan seperti ini membuat proses belajar terasa lebih personal karena setiap orang dapat mengetahui kelebihan sekaligus area yang masih perlu dikembangkan.

Tidak sedikit peserta yang mengaku terkejut karena pelatihan online ternyata bisa berlangsung sangat hidup. Virginia menjadi salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut. Menurutnya, perpaduan antara materi, permainan, dan interaksi membuat sesi pelatihan tidak terasa melelahkan meskipun berlangsung seharian.

“Saya sungguh senang bisa mengikuti kelas ini. Mulai dari speaker-nya dan host-nya seru semuanya. Walaupun seharian kita belajar, tapi tidak membosankan karena banyak games dan soal-soal juga, pokoknya terbaik deh.” tulisnya dalam lembar evaluasi pelatihan.

Selain suasana yang menyenangkan, peserta juga mengapresiasi bagaimana materi dikaitkan langsung dengan tantangan yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari. Berbagai contoh yang diangkat berasal dari situasi nyata sehingga peserta lebih mudah membayangkan bagaimana menerapkan teknik komunikasi yang dipelajari ketika kembali ke lingkungan kerja.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Tito. Baginya, pelatihan ini tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang santai, tetapi juga memberikan contoh-contoh yang relevan dan mudah diaplikasikan.

“Kegiatan berlangsung fun, komunikatif, dan contoh-contoh yang dipaparkan relate dengan pekerjaan. Terima kasih, cheers.” tulisnya dalam lembar evaluasi pelatihan.

Salah satu hal menarik lainnya adalah bagaimana peserta diajak memahami bahwa komunikasi yang persuasif tidak selalu berarti berbicara lebih banyak. Melalui materi mengenai penyusunan pesan, storytelling, active listening, stakeholder mapping hingga model komunikasi persuasive 4C, peserta belajar bahwa pesan yang sederhana, jelas, dan disampaikan dengan empati sering kali justru lebih mudah diterima oleh audiens.

Trainer juga mendorong peserta untuk berani mencoba berbagai teknik influenching others mellaui persuasion, negotiation, transaction, dan coercion  sesuai karakter masing-masing. Tidak ada satu tenik berbicara yang paling benar. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu membangun koneksi dengan audiens, menyampaikan pesan dengan percaya diri, dan tetap menjadi dirinya sendiri. Pendekatan ini membuat peserta merasa lebih nyaman untuk bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan.

Di akhir pelatihan, bukan hanya materi baru yang dibawa pulang oleh para peserta. Mereka juga membawa pengalaman belajar yang penuh interaksi, keberanian untuk mencoba hal baru, serta sudut pandang baru mengenai pentingnya komunikasi dalam membangun hubungan kerja yang efektif. Pelatihan ini membuktikan bahwa ruang virtual tidak menjadi penghalang untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga dari bagaimana peserta terlibat, mencoba, bertanya, bahkan tertawa bersama selama proses belajar berlangsung. Dan ketika seluruh pengalaman itu dapat tercipta dalam sebuah kelas online, maka belajar tidak lagi sekadar menjadi kewajiban, melainkan pengalaman yang layak untuk dikenang.

Talkactive menghadirkan program Inhouse Training yang dirancang sesuai kebutuhan setiap organisasi. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran di perusahaan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kompetensi dan kinerja karyawan. Dengan materi yang dapat disesuaikan, metode pembelajaran yang interaktif, serta trainer dan tim fasilitator berpengalaman, Talkactive membantu perusahaan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, adaptif, dan reflektif. Saatnya menjadikan pelatihan sebagai investasi strategis untuk membangun SDM yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan bisnis.

Siap meningkatkan kompetensi tim Anda? Yuk, konsultasikan bersama pakar yang ada di Talkactive. Untuk informasi lebih lanjut (nomor wa +62 852-1164-2547 dan link silabus public speaking, persuasive comm, service excellence)

 

Share This:

Siapa bilang pelatihan online identik dengan kamera yang dimatikan, peserta yang pasif, dan suasana yang membosankan? Anggapan tersebut seolah dipatahkan dalam pelatihan Persuasive Public Speaking & Customer Handling yang diikuti oleh Divisi Corporate Secretary PT Jasa Raharja. Selama satu hari penuh, ruang virtual justru dipenuhi tawa, diskusi, praktik, hingga berbagai tantangan yang membuat peserta terus terlibat dari awal hingga akhir sesi.

Sejak sesi pembuka, suasana kelas sudah terasa berbeda. Alih-alih langsung menerima materi dalam bentuk ceramah, peserta diajak untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menjawab berbagai pertanyaan sederhana yang menjadi pemantik diskusi. Cara ini berhasil mencairkan suasana sekaligus membangun rasa nyaman di antara peserta yang mengikuti pelatihan dari lokasi masing-masing.

Bagi banyak orang, public speaking seringkali dipahami sebagai kemampuan berbicara di depan banyak orang. Padahal, kemampuan ini jauh lebih luas. Public speaking juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menyampaikan ide secara terstruktur, membangun kepercayaan, memengaruhi audiens, hingga menciptakan komunikasi yang efektif dalam keseharian. Itulah yang menjadi benang merah sepanjang pelatihan ini.

Pelatihan ini terasa berbeda karena pendekatan pembelajarannya. Materi tidak hanya disampaikan melalui presentasi, tetapi juga dipadukan dengan diskusi, studi kasus, games, roleplay, serta berbagai aktivitas interaktif. Setiap konsep yang dipelajari langsung diikuti dengan praktik sederhana sehingga peserta dapat merasakan sendiri bagaimana teori bekerja dalam situasi nyata.

Kehangatan kelas pun terasa dari antusiasme para peserta. Meskipun seluruh rangkaian pelatihan berlangsung secara daring, interaksi tetap mengalir dengan alami. Berbagai pertanyaan bermunculan, peserta saling menanggapi jawaban satu sama lain, hingga berbagi pengalaman yang relevan dengan tantangan komunikasi di lingkungan kerja.

Keseruan semakin terasa ketika memasuki sesi permainan dan praktik. Salah satunya adalah games yang menguji kemampuan menginterpretasi pesan non verbal. Dalam permainan tersebut, peserta ditantang untuk menangkap informasi secara tepat, mengingat detail penting, kemudian menyampaikannya kembali kepada peserta lain. Aktivitas sederhana ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang baik tidak hanya dimulai dari aspek verba, tetapi juga dari aspek non verbal. 

Sesi roleplay juga menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Peserta diberikan dan memberikan berbagai skenario yang sering ditemui di dunia kerja, mulai dari menyampaikan ide kepada atasan, menghadapi stakeholder, hingga menyelesaikan situasi komunikasi yang menantang. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mencoba dan berpendapat, kemudian mendapatkan umpan balik langsung dari trainer. Pendekatan seperti ini membuat proses belajar terasa lebih personal karena setiap orang dapat mengetahui kelebihan sekaligus area yang masih perlu dikembangkan.

Tidak sedikit peserta yang mengaku terkejut karena pelatihan online ternyata bisa berlangsung sangat hidup. Virginia menjadi salah satu peserta yang merasakan pengalaman tersebut. Menurutnya, perpaduan antara materi, permainan, dan interaksi membuat sesi pelatihan tidak terasa melelahkan meskipun berlangsung seharian.

“Saya sungguh senang bisa mengikuti kelas ini. Mulai dari speaker-nya dan host-nya seru semuanya. Walaupun seharian kita belajar, tapi tidak membosankan karena banyak games dan soal-soal juga, pokoknya terbaik deh.” tulisnya dalam lembar evaluasi pelatihan.

Selain suasana yang menyenangkan, peserta juga mengapresiasi bagaimana materi dikaitkan langsung dengan tantangan yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari. Berbagai contoh yang diangkat berasal dari situasi nyata sehingga peserta lebih mudah membayangkan bagaimana menerapkan teknik komunikasi yang dipelajari ketika kembali ke lingkungan kerja.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Tito. Baginya, pelatihan ini tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang santai, tetapi juga memberikan contoh-contoh yang relevan dan mudah diaplikasikan.

“Kegiatan berlangsung fun, komunikatif, dan contoh-contoh yang dipaparkan relate dengan pekerjaan. Terima kasih, cheers.” tulisnya dalam lembar evaluasi pelatihan.

Salah satu hal menarik lainnya adalah bagaimana peserta diajak memahami bahwa komunikasi yang persuasif tidak selalu berarti berbicara lebih banyak. Melalui materi mengenai penyusunan pesan, storytelling, active listening, stakeholder mapping hingga model komunikasi persuasive 4C, peserta belajar bahwa pesan yang sederhana, jelas, dan disampaikan dengan empati sering kali justru lebih mudah diterima oleh audiens.

Trainer juga mendorong peserta untuk berani mencoba berbagai teknik influenching others mellaui persuasion, negotiation, transaction, dan coercion  sesuai karakter masing-masing. Tidak ada satu tenik berbicara yang paling benar. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu membangun koneksi dengan audiens, menyampaikan pesan dengan percaya diri, dan tetap menjadi dirinya sendiri. Pendekatan ini membuat peserta merasa lebih nyaman untuk bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan.

Di akhir pelatihan, bukan hanya materi baru yang dibawa pulang oleh para peserta. Mereka juga membawa pengalaman belajar yang penuh interaksi, keberanian untuk mencoba hal baru, serta sudut pandang baru mengenai pentingnya komunikasi dalam membangun hubungan kerja yang efektif. Pelatihan ini membuktikan bahwa ruang virtual tidak menjadi penghalang untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga dari bagaimana peserta terlibat, mencoba, bertanya, bahkan tertawa bersama selama proses belajar berlangsung. Dan ketika seluruh pengalaman itu dapat tercipta dalam sebuah kelas online, maka belajar tidak lagi sekadar menjadi kewajiban, melainkan pengalaman yang layak untuk dikenang.

Talkactive menghadirkan program Inhouse Training yang dirancang sesuai kebutuhan setiap organisasi. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran di perusahaan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kompetensi dan kinerja karyawan. Dengan materi yang dapat disesuaikan, metode pembelajaran yang interaktif, serta trainer dan tim fasilitator berpengalaman, Talkactive membantu perusahaan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, adaptif, dan reflektif. Saatnya menjadikan pelatihan sebagai investasi strategis untuk membangun SDM yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan bisnis.

Siap meningkatkan kompetensi tim Anda? Yuk, konsultasikan bersama pakar yang ada di Talkactive. Untuk informasi lebih lanjut (nomor wa +62 852-1164-2547 dan link silabus public speaking, persuasive comm, service excellence)

 

Share This:

More Articles

News

No results found.
Buka
Butuh Bantuan?
Halo, Kawan Bicara!
Ada yang bisa kami bantu?